
“Waktu itu hampir seluruh anggota mengalami hal yang sama. Ikan mati secara massal, diduga akibat bakteri. Ada yang kehilangan sekitar seribu ekor, bahkan ada yang mencapai 35 ribu ekor,” tuturnya.
Ia berharap PHR dapat terus melanjutkan dan meningkatkan dukungan bagi kelompok pembudidaya agar usaha perikanan di Kampung Patin semakin berkembang.
“Bantuan PHR sejauh ini sudah sangat membantu. Mudah-mudahan ke depan dukungan ini bisa terus berlanjut agar kelompok semakin maju,” pungkasnya.***