
Dari berbagai bantuan tersebut, mesin pembuat pakan menjadi salah satu sarana yang paling dirasakan manfaatnya oleh petani. Dengan peralatan itu, kelompok dapat memproduksi pakan secara mandiri sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pakan komersial yang harganya relatif mahal.
“Secara pribadi maupun kelompok, kami merasa terbantu dengan program PHR Wilayah Rokan. Biasanya kami membeli pakan dengan harga mahal. Sekarang, dengan adanya alat untuk membuat pakan sendiri, biaya bisa lebih ditekan. Kebutuhan mesin air yang sebelumnya terbatas juga terbantu,” ujarnya.
Mustakim menambahkan, dukungan tersebut turut mendorong peningkatan pemanfaatan kolam dan memperkuat kebersamaan antaranggota kelompok.
“Semenjak ada bantuan, produksi meningkat dan kekompakan kelompok juga semakin baik. Dulu banyak kolam yang tidak berisi ikan, sekarang rata-rata kolam sudah terisi,” ungkapnya.
Datuk Penghulu Parit Aman, Supratno, turut mengapresiasi program pemberdayaan yang dijalankan PHR. Ia mengatakan pemerintah kepenghuluan kerap dilibatkan dalam proses penyaluran bantuan sehingga dapat mengetahui langsung kebutuhan kelompok pembudidaya.