
Menurut Romy, pembagian masker dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Ia mengingatkan, paparan asap dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti iritasi atau radang tenggorokan dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Paparan dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko gangguan paru kronis.
"Sebisa mungkin masyarakat menghindari paparan asap. Jika harus keluar rumah, gunakan masker untuk mengurangi paparan asap," ujarnya.
Selain menggunakan masker, Romy mengimbau masyarakat memperbanyak minum air putih selama kondisi kabut asap untuk membantu menjaga tenggorokan tetap terhidrasi.
Imbauan serupa disampaikan kepada orang tua yang memiliki anak usia sekolah. Anak-anak yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan asap.