
Dr. Romy menyebutkan, dalam tracing ini ditemukan sejumlah warga yang diduga terkena TBC. Petugas melakukan pengecekan dahak untuk memastikan penyakit tersebut.
"Hasil Tracing kami tadi, memang ada ditemukan berapa warga yang terindikasi terkena TBC, namun kami cek dulu dahaknya, selama satu pekan, baru keluar hasilnya," sebutnya.
Kapus Dr. Romy berharap melalui gerakan Tracing ini mampu mengidentifikasi warga yang terkena TBC sehingga bisa dilakukan penanganan lebih dini agar tidak menyebabkan penularan.
"Tentu kita berharap melalui Tracing ini bisa mendeteksi lebih awal terhadap warga kita yang terkena TBC sehingga penanganan lebih dini bisa kita lakukan, karena penyakit ini sifatnya menular. Jika ada ditemukan yang positif maka akan kami kunjungi, kasi obat selama enam bulan dan kami pantau terus," ujarnya.***