
Momentum HUT ke-28 itu juga ditandai dengan pemotongan tumpeng. Amansyah memberikan suapan pertama kepada Wan Tabrani, mantan Ketua PAC PAN Kubu yang disebut sebagai salah satu pendiri awal PAN di Kecamatan Kubu. Suapan tumpeng kemudian diberikan kepada jajaran pengurus DPD PAN Rohil dan pengurus PAC PAN.
Di hadapan masyarakat, Amansyah menegaskan bahwa perjalanan PAN selama 28 tahun merupakan bagian dari perjalanan panjang demokrasi Indonesia. Dinamika politik yang dilalui partai, menurutnya, harus menjadi pengalaman untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
“Partai dibentuk bukan hanya untuk mencari kekuasaan, tetapi bagaimana keberadaannya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Amansyah.
Menurut dia, politik harus menghasilkan sesuatu yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap kepercayaan politik yang diberikan masyarakat kepada kader PAN harus dibalas dengan kerja nyata, memperjuangkan aspirasi, serta mendorong pembangunan daerah.
Amansyah mengakui belum seluruh aspirasi masyarakat dapat diwujudkan. Keterbatasan kewenangan dan kemampuan politik menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi.