
"Sering diingatkan. Di sekolah ada aturan seragam. Jika sudah diingatkan 1–3 kali dan tidak diindahkan, sekolah akan mengambil tindakan. Teguran sudah diberikan, tetapi tidak dihiraukan, sehingga guru mengambil tindakan sebagai efek jera," jelasnya.
Terkait insiden ini, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dinas pendidikan, korwil, PGRI Kecamatan, camat, serta orang tua siswa untuk menggelar pertemuan.
"Hari ini kami menunggu kehadiran Pak Kadis, Pak Korwil, PGRI, Pak Camat, serta orang tua siswa untuk rapat bersama. Kita tunggu hasilnya. Saat ini kami masih menunggu, apalagi kondisi jalan juga rusak," ujar Bambang.
Atas kejadian tersebut, pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf dan berharap insiden serupa tidak terulang.
"Saya sudah mengingatkan seluruh guru agar berhati-hati dalam menyelesaikan masalah siswa. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali," tutupnya.***