
Namun, langkah sementara itu belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan. Titik abrasi kini berada tepat di sisi badan jalan sehingga ancaman terhadap konstruksi jalan semakin nyata.
“Sekarang abrasi sudah sampai di pinggir jalan. Kalau tidak segera ditangani, jalan ini bisa amblas ke sungai,” kata Datuk Penghulu Rantau Panjang Kiri Hilir, Rusli Karim, kepada wartawan Posmetro Rohil, Senin (10/8/2026).
Menurut Rusli, Jalan KH Kama merupakan akses penting bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang tepian Sungai Kubu. Aktivitas warga di kawasan tersebut cukup padat dan jalan itu digunakan setiap hari.
“Jalan ini padat penduduk dan setiap hari ramai dilalui masyarakat. Hampir 90 kepala keluarga tinggal di kawasan tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ruas Jalan KH Kama sebelumnya berstatus sebagai jalan kabupaten. Namun, untuk membangun turap permanen di sepanjang titik yang mengalami abrasi, pemerintah kepenghuluan menghadapi keterbatasan anggaran.