
Ia menjelaskan, fogging dilakukan berdasarkan permintaan manajemen PT Jatim Jaya Perkasa karena pasien merupakan karyawan yang tinggal di kawasan JJP I, Kepenghuluan Sungai Majo.
"Pengasapan ini merupakan langkah antisipasi agar penyebaran DBD tidak meluas di lingkungan perusahaan," katanya.
Menurut Hendri, pengasapan difokuskan di sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, di antaranya kawasan mes JJP II, perumahan staf, serta area belakang kantor perusahaan.
Selain melakukan fogging, Puskesmas juga mengimbau seluruh karyawan dan masyarakat sekitar untuk menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, mendaur ulang atau memanfaatkan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan berbagai upaya pencegahan lainnya.
"Kami berharap pasien segera pulih dan tidak ada penambahan kasus DBD di kawasan ini," tutup Hendri.***