
“Syekh Yahya bertanya, apakah di Sungai Pinang ada udang rimba dan jantung pisang? Ketika dijawab ada, beliau berkata, ‘Itulah yang digunakan untuk membuat anyang sebagai jamuan Haul," kisah Abdurrahman.
Sejak titah itu, tradisi Haul Tuan Guru Basilam rutin dilaksanakan setiap tahun di Rumah Suluk Al-Muttaqin Syekh Muda Madlawan di Sungai Pinang. Selain bentuk penghormatan kepada Tuan Guru, kegiatan ini juga memudahkan masyarakat Kubu untuk ikut memperingati Haul tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Basilam, Langkat.
“Tradisi ini kami teruskan hingga sekarang, sebagai wujud cinta dan penghormatan kepada ulama besar yang telah menuntun umat menuju jalan spiritual yang hakiki,” pungkas KH Abdurrahman Syaufi.***