
“Ada delapan kepenghuluan yang rawan kebakaran lahan. Fokus penanggulangan Karhutla akan kita arahkan ke wilayah-wilayah tersebut,” jelasnya.
Dari hasil rakor tersebut, disepakati agar delapan kepenghuluan rawan Karhutla segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat pemilik lahan melalui ketua RT, RW, dan kepala dusun. Selain itu, aparatur kepenghuluan diminta selalu siap siaga melakukan pemadaman apabila ditemukan titik api.
Sebagai upaya spiritual, pemerintah kecamatan juga berencana melaksanakan salat istisqa untuk memohon hujan. Setiap kepenghuluan diminta mengimbau masyarakat agar melaksanakan salat istisqa secara mandiri di masjid maupun musala masing-masing.
Camat menambahkan, dirinya bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Trantib Kantor Camat Kubu Babussalam akan turun langsung ke setiap kepenghuluan sebagai langkah deteksi dini, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam penanganan kebakaran lahan.
“Kami juga meminta para Datuk Penghulu untuk mendata pemilik lahan rawan kebakaran dengan luas di atas 20 hektare. Dengan data tersebut, apabila terjadi kebakaran, penanganan dapat dilakukan lebih cepat agar api tidak meluas,” pungkasnya.***