
Ia menjelaskan, sejak jembatan ambruk, masyarakat terpaksa menggunakan jalan alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh untuk beraktivitas.
“Yang paling kasihan adalah anak-anak sekolah. Mereka harus memutar melalui jalan yang lebih jauh untuk pergi dan pulang sekolah,” ungkapnya.
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Kepenghuluan Teluk Pulai bersama masyarakat setempat langsung melakukan upaya perbaikan sementara secara swadaya.
“Hari ini (Jumat, red), kami bersama masyarakat sedang melakukan perbaikan darurat agar jembatan ini setidaknya bisa dilalui anak-anak sekolah,” katanya.
Pemerintah Kepenghuluan Teluk Pulai bersama masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dapat segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan permanen Jembatan Raja Ali Haji, mengingat jembatan tersebut merupakan akses utama bagi warga.