
Ia menjelaskan, dana swadaya warga digunakan untuk berbagai keperluan. Dari Rp50 per kilogram hasil panen sawit, Rp15 dialokasikan untuk pembangunan masjid, Rp15 untuk gereja, dan Rp20 untuk perbaikan jalan serta gaji guru PAUD.
“Bahkan gedung MDA Al-Ikhlas kami bangun secara swadaya dengan anggaran sekitar Rp285 juta,” tambahnya.
Fendi juga menyoroti minimnya fasilitas pendidikan di SP 5. Siswa SMPN 3 Pekaitan yang bersekolah di kelas filial terpaksa menumpang di gedung MDA karena keterbatasan ruang belajar.
“Kami minta Bupati Rohil turun langsung melihat kondisi di sini. Anak-anak kami butuh fasilitas pendidikan yang layak,” tegasnya.
Menurut Fendi, selama 16 tahun terakhir warga menghabiskan sekitar Rp1,5 miliar per tahun untuk perbaikan jalan secara swadaya.