
Akibat terputusnya jembatan, lanjut Agustiar, aktivitas masyarakat di ketiga kepenghuluan menjadi terhambat. Warga terpaksa memutar melalui Jalan Lintas di Kilometer 12 jika hendak mengurus keperluan ke Kantor Camat Balai Jaya, yang jaraknya jauh lebih panjang.
“Sekarang kalau mau ke kantor camat harus memutar jauh. Padahal Jalan Caltex ini lurus tembus ke PJR dan jauh lebih dekat, tetapi tidak bisa dilalui lagi karena jembatan putus,” ungkapnya.
Atas kondisi tersebut, Agustiar mewakili aspirasi masyarakat di tiga kepenghuluan berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, khususnya Bupati H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhony Charles, dapat memprioritaskan pembangunan jembatan tersebut pada tahun 2026.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap pembangunan jembatan ini menjadi prioritas pada tahun 2026,” pungkasnya.***