
Ia menjelaskan, keberadaan alat berat tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di berbagai kecamatan. Operasional alat nantinya akan diprioritaskan berdasarkan usulan masyarakat melalui pemerintah kepenghuluan agar penggunaannya tepat sasaran.
Khoirul Fahmi juga mengungkapkan bahwa kondisi kemantapan jalan di Kabupaten Rokan Hilir saat ini baru mencapai sekitar 37 persen. Idealnya, setiap kecamatan memiliki minimal satu unit alat berat untuk mendukung pemeliharaan rutin maupun penanganan darurat.
Namun demikian, keterbatasan fiskal daerah menjadi tantangan, mengingat biaya pembangunan jalan dengan metode pengaspalan dapat mencapai sekitar Rp6 miliar per kilometer. Oleh karena itu, pengadaan alat berat dinilai sebagai solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan sesuai kemampuan keuangan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan Bupati Rokan Hilir agar seluruh alat berat yang telah diadakan dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara optimal demi kepentingan masyarakat luas.
Pemkab Rohil, lanjutnya, berkomitmen melaksanakan pengadaan alat berat secara bertahap setiap tahun sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan pemerataan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Rokan Hilir.***