
“Terkait perbaikan jalan, kami sudah mulai melakukan perbaikan dengan sistem trek up. Namun untuk tahap pengaspalan, masih menunggu proses pengajuan anggaran ke pusat karena kami merupakan perusahaan BUMN,” terang Wahyu.
Camat Kubu Babussalam, Hasan Usman, mengatakan aksi sempat memanas namun berakhir aman dan tertib. Ia membenarkan bahwa mediasi sebelumnya antara warga dan PT PHR pada Kamis (27/11/2025) belum menemukan titik temu sehingga memicu aksi kali ini.
Menurutnya, tuntutan perbaikan jalan menjadi yang paling mendesak karena kerusakan di sejumlah titik mencapai lebih dari 20 kilometer. “Dulu PT PHR sudah pernah mengaspal sekitar 18 kilometer, tapi sekarang ada kerusakan baru yang cukup panjang. Ini yang menjadi tuntutan masyarakat,” jelas Hasan.
Selain kondisi jalan, warga juga mengeluhkan rumput liar di area sekitar pipa minyak yang tidak terawat, tumpahan tanah kuning yang berceceran di badan jalan, serta bahaya jalan licin saat hujan. Mereka juga menegaskan kembali permintaan agar perusahaan lebih mengutamakan tenaga kerja lokal.
Hasan menambahkan, PT PHR dijadwalkan kembali bertemu masyarakat pada Jumat (12/12) untuk melanjutkan pembahasan tuntutan warga.***