
Indah berharap pergerakan panitia penggalangan dana yang terdiri dari berbagai organisasi dan relawan ini dapat terus berlanjut, tidak hanya pada kegiatan kemanusiaan internasional, tetapi juga aksi-aksi sosial lainnya di dalam negeri, khususnya di Kabupaten Rokan Hilir.
“Tentu kita berharap, peran panitia penggalangan dana ini tidak berhenti sampai di sini. Kita ingin mereka bergerak lebih luas. Selain membantu anak-anak Palestina dan korban bencana di Sumut, Sumbar, dan Aceh, mereka juga diharapkan bisa hadir membantu masyarakat Rohil yang membutuhkan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Muhammad Khudri, menjelaskan bahwa penggalangan dana telah dimulai sejak 27 November dan akan berakhir pada 6 Desember 2025. Dalam penyaluran donasi, panitia bekerja sama dengan BAZNAS Rohil sebagai lembaga resmi penerima.
Aksi solidaritas ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Isnan Seni Rohil, sejumlah komunitas, pelaku UMKM, hingga Pemerintah Daerah. Panitia menaruh harapan besar agar donasi yang terkumpul dapat membantu meringankan beban anak-anak Palestina.
Selain itu, panitia juga membuka donasi khusus untuk membantu korban bencana alam di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Langkah ini menjadi wujud kepedulian masyarakat Rohil terhadap sesama, baik di dalam maupun luar negeri.