
Datuk Penghulu Bantaian Baru, Azhar, turut menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, keberadaan program DMPG memberikan dampak positif bagi kepenghuluan, terutama dalam hal pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan masyarakat. “Mudah-mudahan program ini terus berlanjut dan berkembang,” katanya.
Dari sisi pemberdayaan, Fasilitator Masyarakat DMPG, Alkahfi Sutikno MPd bersama Lathifa Marsya Nathania Ferani MSi, menjelaskan bahwa masyarakat telah memanen selada serta mulai mengembangkan tanaman pinang, mangga, rambutan, hingga matoa. Mereka berharap masyarakat dapat terus mengoptimalkan potensi lahan gambut untuk komoditas produktif.
Perwakilan Komisi XII DPR RI, Tenaga Ahli Arief Rahmad, menegaskan bahwa kolaborasi dengan KLH ini bertujuan memulihkan ekosistem gambut sekaligus meningkatkan nilai ekonomi lahan. Program tersebut juga diharapkan mampu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di wilayah gambut Riau.
Dari unsur akademisi, Tim DMPG Universitas Riau, Dr Arifuddin MP, memaparkan bahwa pengelolaan gambut yang tepat dapat menghasilkan nilai ekonomi tinggi. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga fungsi ekosistem. “Kebakaran gambut menyebabkan kerusakan yang sangat parah. Karena itu, masyarakat harus berperan aktif dalam pencegahan,” ujarnya.
Sebagai rangkaian kegiatan, dilakukan penanaman 1.000 batang matoa, 3.000 batang pinang Batara, 30 batang mangga dan rambutan, serta pengembangan budidaya hidroponik di tiga titik lokasi.