
“Tema bazar ini adalah menu Nusantara. Masih banyak kuliner khas lain yang bisa ditampilkan, seperti mi lendir yang menjadi ikon khas Medan,” katanya.
Indah menjelaskan bahwa bazar UMKM menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk menampilkan produk unggulan daerah. Jika produk-produk unggulan ini teridentifikasi dengan baik, PKK akan menindaklanjuti melalui promosi di tingkat kabupaten.
“Contohnya di Sinaboi ada mi berbahan keladi dicampur bayam, memanfaatkan hasil pertanian sebagai menu khas daerah,” jelasnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan setiap stand memamerkan aneka kuliner khas daerah, seperti tiwul, mi rebus, soto, nasi goreng, mi goreng, dan berbagai makanan ringan. Beragam minuman juga tersedia, antara lain wedang ronde, wedang jahe, es teller, es buah, dan es kolding.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Rohil Jhony Charles didampingi Camat Balai Jaya turut mencicipi sejumlah menu dari stand UMKM.***