
Kehadiran mereka menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga domino yang kerap dimainkan di warung kopi. Menurut Maliki, kegiatan ini bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antar warga.
Domino dianggap sebagai permainan yang akrab dengan kehidupan masyarakat dan mampu menciptakan suasana kebersamaan. Lebih jauh, Maliki menegaskan bahwa turnamen ini juga menjadi wadah pencarian bibit atlet domino.
Melalui dukungan Orado (Federasi Olahraga Domino), para pemain potensial nantinya bisa dibawa ke tingkat provinsi bahkan nasional. Untuk menambah semangat kompetisi, panitia menyediakan hadiah menarik.
Juara pertama akan membawa pulang Rp 3 juta, juara kedua Rp 2 juta, juara ketiga Rp 1 juta, dan juara keempat Rp500 ribu. Maliki menambahkan, kegiatan ini juga bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81.
Ia berjanji akan kembali menggelar turnamen serupa pada momentum Hari Sumpah Pemuda mendatang.