
"Sering kali anak-anak terpaksa kembali pulang karena jalan tidak bisa dilalui. Pakaian mereka juga kotor akibat lumpur. Kondisi ini tentu mengganggu kegiatan belajar mereka," katanya.
Wagianto juga menilai perawatan jalan pada masa pemerintahan sebelumnya lebih rutin dilakukan. Ia berharap pemerintah saat ini dapat kembali mengoptimalkan pemeliharaan infrastruktur, khususnya jalan desa.
"Kalau pembangunan permanen belum bisa dilakukan, setidaknya ada penanganan sementara dengan menurunkan alat berat seperti grader atau bomag agar jalan tetap bisa dilalui masyarakat," pintanya.
Sementara itu, Datuk Penghulu Sungai Segajah, Kamaruzaman, membenarkan bahwa kondisi Jalan Swadaya Paret Tuan Ahmad mengalami kerusakan berat.
Ia menjelaskan, ruas jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan permukiman warga, kawasan perkebunan, sekaligus jalur penghubung menuju Kepenghuluan Tanjung Leban.