
"Truk sawit itu patah as setelah masuk ke lubang besar. Akibatnya kendaraan lain tidak bisa melintas dan harus mengantre panjang," ujar Ardi kepada wartawan Posmetro Rohil dilapangan saat terjadi antrian panjang.
Menurut Ardi, kendaraan hanya dapat melintas secara bergantian melalui sisi kiri jalan, sementara jalur lainnya tertutup oleh truk yang mengalami kerusakan.
"Truk itu berhenti di tengah badan jalan, sehingga arus lalu lintas tersendat dan terjadi kemacetan cukup panjang," tambahnya.
Peristiwa ini kembali memperlihatkan buruknya kondisi Jalan Jenderal Sudirman yang selama ini menjadi jalur utama penghubung aktivitas masyarakat dan distribusi hasil perkebunan di Kecamatan Kubu Babussalam.
"Lubang-lubang berukuran besar yang tersebar di sepanjang ruas jalan ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus menghambat aktivitas ekonomi masyarakat," ujarnya.