
“Musrenbangkep ini merupakan langkah awal untuk menyusun program pembangunan tahun mendatang. Kita serap seluruh aspirasi masyarakat melalui ketua RT, lalu kita bawa ke tingkat kecamatan hingga kabupaten. Mudah-mudahan usulan ini dapat terealisasi,” ujar Taufik.
Sementara itu, Ketua Badan Pemusyawaratan Kepenghuluan (BPKep) Bagan Jawa Pesisir, Juniadi, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 baru satu kegiatan fisik yang terealisasi, yaitu pembangunan Gedung Serbaguna melalui Dana Desa tahap pertama.
“Untuk tahap pertama, baru satu pembangunan yang terealisasi, yakni pembangunan aula pertemuan. Sementara itu, ada sembilan usulan masyarakat yang akan kita usulkan pada tahap kedua. Namun, kita belum tahu pasti apakah seluruhnya dapat terealisasi,” ujar Juniadi.
Ia menegaskan, BPKep akan terus mengawal setiap usulan masyarakat dan memastikan pembangunan dilakukan sesuai skala prioritas.
“Setiap usulan akan kita bahas dan verifikasi di lapangan agar dapat menentukan prioritas pembangunan. Jika tidak bisa menggunakan Dana Desa, kita akan usulkan ke tingkat kabupaten,” tegasnya.***