
PUJUD (PRO) — Ketegangan antara warga pengguna jalan lintas Pujud–Menggala dengan para sopir truk angkutan berat kian memanas. Pasalnya, kondisi jalan yang rusak parah dan dipenuhi debu semakin mengganggu aktivitas warga di sepanjang jalur tersebut.
Baru-baru ini, sekelompok ibu-ibu di wilayah Menggala, Kecamatan Tanah Putih, menggelar aksi damai di titik jalan yang rusak berat. Dalam orasi mereka, warga menuntut Pemerintah Provinsi Riau segera memperbaiki jalan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam seperti yang selama ini dilakukan.
"Kami menuntut pertanggungjawaban pemerintah provinsi untuk segera membangun jalan ini secara permanen. Sudah terlalu lama kami menunggu,” ujar salah satu peserta aksi dengan tegas.
Hingga kini, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten hanya melakukan perbaikan pada titik-titik yang dianggap paling parah. Sementara, mayoritas ruas jalan masih rusak berat dan menimbulkan debu tebal setiap kali kendaraan melintas.
Kondisi ini diperparah oleh lalu lintas truk angkutan berat yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam. Debu pekat dan jalan berlubang membuat warga sekitar merasa tersiksa, terutama di musim kemarau panjang seperti saat ini.