
"Seluruh Tim Adiwiyata bersama para kader yang terdiri atas peserta didik terus berupaya membiasakan budaya ramah lingkungan yang sejalan dengan PBLHS. Kebiasaan itu harus dimulai dari diri sendiri, kemudian menjadi budaya bersama yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujarnya.
Menurut Irdaleni, sekolah juga terus memperkuat berbagai program melalui kegiatan belajar bersama dan berbagi pengalaman dengan sekolah yang telah meraih predikat Adiwiyata Mandiri. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam menyusun program yang sesuai dengan kondisi dan potensi sekolah.
Saat ini, SMPN 1 Pusako telah meraih penghargaan Adiwiyata Provinsi dan tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti penilaian Adiwiyata Nasional.
Salah satu kekuatan yang terus dikembangkan adalah lahirnya berbagai inovasi berbasis lingkungan. Setiap inovasi diawali dengan pemetaan permasalahan lingkungan sekolah, dilanjutkan dengan identifikasi potensi sumber daya alam maupun sumber daya lain yang tersedia. Dari proses tersebut, Tim Adiwiyata bersama kader dan seluruh warga sekolah menghadirkan berbagai solusi yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memiliki nilai edukatif.
Ketua Tim Adiwiyata SMPN 1 Pusako, Fitria Zaharah, menjelaskan setiap persoalan lingkungan dipandang sebagai peluang untuk melahirkan inovasi.