
PENDERITA asam urat sering kali merasakan betapa mengganggunya gejala yang timbul akibat penumpukan kristal asam urat pada persendian. Ketika kadar asam urat dalam tubuh meningkat terlalu tinggi, serangan nyeri mendalam bisa terjadi, terutama di area sendi seperti jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, atau siku. Kondisi ini, dikenal sebagai gout, bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Namun, selain pengobatan medis, pola makan yang tepat dapat membantu mengontrol kadar asam urat dan mencegah serangan berulang. Ternyata, ada sejumlah makanan yang harus dihindari bagi penderita asam urat. Makanan ini dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah dan memperburuk kondisi tersebut.
Makanan yang Harus Dihindari oleh Penderita Asam Urat
Daging Merah dan Jeroan
Daging merah, terutama yang kaya purin seperti daging sapi, rusa, atau bison, serta jeroan seperti hati, ginjal, dan pankreas, dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Konsumsi berlebihan dari jenis makanan ini dapat memperburuk gejala asam urat. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk membatasi atau bahkan menghindari makanan ini agar gejala tidak kambuh.
Ikan Air Dingin dan Kerang
Makanan laut seperti ikan air dingin (tuna, trout, sarden) dan kerang (udang, kepiting, lobster) mengandung purin yang tinggi. Meskipun ikan dan kerang mengandung banyak nutrisi, bagi penderita asam urat, konsumsi makanan ini harus dibatasi.