
Ia mengaku telah bertemu dengan wartawan yang bersangkutan di sebuah warung kopi. Namun, menurutnya, pernyataan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut bukan dimaksudkan sebagai ancaman. Ia juga menyebut terdapat sejumlah saksi yang menyaksikan pertemuan itu.
"Kemarin saya bertemu dengan oknum wartawan tersebut. Namun, kalau saya rasakan, itu bukanlah sebuah ancaman. Kami bertemu di warung kopi dan ada saksi-saksi di tempat itu," ujarnya.
Sutiyo menjelaskan, pernyataannya lebih dimaksudkan sebagai imbauan agar persoalan yang terjadi tidak berkembang hingga berdampak terhadap keluarga masing-masing.
"Saya hanya menyampaikan, Bang, saya punya anak dan istri. Jangan sampai gara-gara persoalan ini anak dan istri menjadi teraniaya. Beliau juga punya anak dan istri. Maksud saya supaya kita sama-sama bisa merasakan dan jangan sampai keluarga menjadi korban. Tidak ada maksud untuk mengancam," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa selama ini dirinya menjalin hubungan baik dengan kalangan pers. Sutiyo mengaku tidak memiliki niat untuk menyinggung, mengintimidasi, ataupun mengancam wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.***