
PALIKA (PRo) – Kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti perairan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Kondisi ini mengganggu aktivitas nelayan tradisional di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, karena jarak pandang terbatas hingga 50–100 meter.
Kabut asap yang semakin tebal membuat nelayan mengurangi aktivitas melaut demi menghindari risiko kecelakaan. Dampaknya, frekuensi penangkapan ikan berkurang dan pendapatan nelayan ikut menurun.
Salah seorang nelayan Panipahan, Muhammad Najib, kepada wartawan, Kamis (15/10/2026), mengatakan kabut asap telah menyelimuti perairan Rohil selama sekitar 10 hari terakhir. Kondisi tersebut menyulitkan nelayan, terutama saat melaut pada malam hari.
“Kabutnya sangat tebal. Kami kesulitan melaut karena jarak pandang cuma sekitar 100 meter,” ujarnya.
Menurut Najib, dalam kondisi normal nelayan dapat menebar jaring hingga enam kali dalam kurun waktu 24 jam. Namun, akibat kabut asap, aktivitas tersebut kini berkurang menjadi sekitar tiga kali, terutama pada siang hari.
1![]() Joko Prasujo S.Pd Pilih | 2![]() Agustiar S.Pd Pilih |
| Tentukan Pilihan, Siapa kira-kira yang akan menang ya? | |
| | |
1![]() Matori Azzam Lubis, SH.M.Kn Pilih | 2![]() Sri Masnia, A.Md Pilih |
| Tentukan Pilihan, Siapa kira-kira yang akan menang ya? | |
| | |