
Penghulu Taufik menuturkan bahwa keamanan pangan dan obat adalah kunci utama dalam membangun generasi yang sehat, cerdas dan produktif terlebih lagi dalam upaya kita mendukung usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar produknya lebih berdaya saing.
"Kita menjadi garda terdepan dalam keluarga maupun di masyarakat yang memiliki peran krusial untuk menentukan asupan gizi yang aman, tentu kita tidak ingin generasi penerus kita terdampak oleh makanan yang tidak higienis atau obat-obatan yang tidak memiliki izin edar dari BPOM. Melalui langkah ini, kita juga mendukung UMKM agar produknya lebih berdaya saing," ujar Taufik.
Pemerintah Kepenghuluan Baganjawa Pesisir mendukung penuh program keamanan pangan yang di gagas oleh BPOM di Dumai. Ia menginginkan sinergitas antar instansi, para kader hingga komunitas desa dapat terjalin sehingga bisa menyukseskan Kepenghuluan Baganjawa Pesisir sebagai Kepenghuluan percontohan keamanan pangan di Rokan Hilir.
"Dalam hal ini Pemerintah Kepenghuluan sangat terbuka dan mendukung penuh program keamanan pangan dari BPOM di Dumai, mari kita jadikan Desa kita sebagai percontohan Desa mandiri yang peduli terhadap kemanan pangan maupun obat obatan, kepada peserta, ikuti bimtek ini dengan baik sehingga implementasi dilapangan nanti dapat diterapkan dengan baik dan benar pula," harapnya.***