
Berdasarkan data harga TBS per 4 Juni 2026 yang dihimpun APKASINDO Rohil, sejumlah PKS bahkan telah membeli buah sawit dengan harga di atas Rp3.400 per kilogram. Harga tertinggi tercatat di PKS PTPN Tanah Putih yang membeli buah kategori “Jokowi” sebesar Rp3.549 per kilogram. Sementara PKS PT GBR Dusun Bakti membeli TBS seharga Rp3.520 per kilogram, disusul PT TIAN 70 Balai Jaya Rp3.500 per kilogram.
Selain itu, PT SPC/Wilmar Balai Jaya tercatat membeli TBS seharga Rp3.390 per kilogram, PT SIA/Sinergi Integritas Bagan Batu Rp3.420 per kilogram, dan beberapa PKS lainnya juga berada pada kisaran harga yang cukup kompetitif.
Menurut Tomy, membaiknya harga tersebut menjadi bukti bahwa pasar sawit masih memiliki prospek yang baik, terutama jika didukung oleh harga CPO global yang stabil dan permintaan ekspor yang tetap tinggi.
Meski demikian, APKASINDO Rohil tetap meminta seluruh pihak terkait untuk terus mengawasi tata niaga sawit agar harga yang diterima petani tetap adil dan sesuai dengan kondisi pasar yang sebenarnya.
“Kami berharap tren positif ini terus berlanjut. Jangan sampai ketika harga CPO dunia naik, petani tidak ikut merasakan manfaatnya. Petani adalah ujung tombak industri sawit nasional yang harus mendapatkan perlindungan dan kepastian harga,” tegasnya.