
Saat ini, kebutuhan air untuk sawah sebagian besar masih mengandalkan pasokan dari parit sekunder yang dialirkan menggunakan mesin penyedot air.
Untuk musim tanam kali ini, petani diperkirakan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp600 ribu untuk setiap jalur lahan yang ditanami. Biaya tersebut belum termasuk kebutuhan pengolahan lahan.
Sementara itu, untuk varietas padi yang dibudidayakan, mayoritas petani di Teluk Pulau Hilir memilih varietas Logawa. Varietas tersebut dinilai memiliki ketahanan yang baik terhadap serangan hama dan penyakit serta mampu menghasilkan produktivitas panen yang memuaskan.
Para petani berharap pemerintah dapat membantu menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi dan mendukung kebutuhan sarana produksi pertanian agar musim tanam tahun ini dapat berjalan optimal serta menghasilkan panen yang maksimal.***