IbukotaRiauPendidikanKesehatanHukumPolitikTokohAdvertorialOlahraga
Pos Metro Rohil
Selasa, 9 Juni 2026 | 14:12:03 WIB
Home / Kecamatan Rimba Melintang
Petani Teluk Pulau Hilir Mulai Musim Tanam, Keluhkan Harga Pupuk dan Ancaman Kekeringan
Jumat, 5 Juni 2026 | 11:47:39 WIB
Editor : Indra | Penulis : Red
Foto Pro: Buruh tanam saat melakukan penanaman padi, Jumat (5/6).

RIMBAMELINTANG (PRO) – Memasuki awal Juni 2026, para petani di Kepenghuluan Teluk Pulau Hilir mulai melaksanakan penanaman padi secara serentak. Meski optimistis menghadapi musim tanam kali ini, para petani mengaku dihadapkan pada sejumlah kendala, terutama tingginya harga pupuk dan ancaman kekeringan akibat cuaca panas.

Anton, salah seorang petani di kawasan Balai Benih Teluk Pulau Hilir, mengatakan biaya produksi pertanian saat ini terus meningkat karena mahalnya harga pupuk dan obat-obatan pertanian.

Menurutnya, harga pupuk urea non-subsidi saat ini mencapai Rp620 ribu per sak, sedangkan pupuk KCL dibanderol sekitar Rp440 ribu per sak. Sementara itu, pupuk bersubsidi yang harganya lebih terjangkau masih sulit diperoleh karena ketersediaan stok yang terbatas.

Baca :

“Pupuk subsidi memang sangat membantu petani, tetapi stoknya terbatas dan sering sulit didapat,” ujarnya, Jumat (5/6).

Selain persoalan pupuk, petani juga mengkhawatirkan kondisi cuaca yang cenderung panas dalam beberapa pekan terakhir. Minimnya curah hujan dikhawatirkan dapat menyebabkan lahan pertanian mengalami kekeringan.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
Tokoh Bicara
Rokan Hilir
Advertorial
Hukum
Politik