
Untuk mengatasi kondisi tersebut, masyarakat setempat membangun jembatan darurat secara swadaya. Namun, pengguna jalan dikenakan biaya untuk melintas guna membantu biaya perawatan jembatan.
"Kalau menggunakan mobil dikenakan biaya sekitar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu. Sementara sepeda motor antara Rp10 ribu sampai Rp15 ribu," ujarnya.
Wira berharap pemerintah daerah dan wakil rakyat segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut karena sangat dibutuhkan masyarakat.
Keluhan serupa disampaikan Ijal, warga Kecamatan Rantau Kopar. Ia mengatakan jalan Sekeladi–Sekapas merupakan akses yang lebih cepat bagi warga menuju ibu kota Kabupaten Rokan Hilir, Bagansiapiapi.
"Kami berharap jalan ini segera diperbaiki karena sangat membantu aktivitas masyarakat. Infrastruktur seperti ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah," katanya.